Minggu, 22 Maret 2009

wajah wakil rakyat

pemilu tinggal hitungan hari
sekarang dah masuk masa kampanye
para caleg berlomba mempromosikan diri mereka
dimana-mana kita lihat wajah-wajah para calon wakil rakyat
nempel di tiang, dinding, pohon, dll
saya mau kasih satu perbandingan
dengan kampanye di luar
di AS, namanya kampanye sangat meriah
poin plus pertama,,,
pemasangan atribut calon sangat tertib
tidak sembarangan
apalagi sampai melukai makhluk hidup seperti yg dilakukan caleg2 kita (yang katanya ramah lingkungan)
saya pernah menegur seseorang yang hendak memasang poster, dengan entengnya dijawab"lha mau dipasang dimana lagi, kalo ga dipasang disini ga bakal dilihat, nanti rakyat ga tau, dan ga akan milih beliau dong..."
nah, kalo para caleg tidak sayang dengan lingkungan, BAGAIMANA mereka bisa mengusahakan UU lingkungan hidup???
poin perbandingan kedua,,,
kampanye seorang obama LEBIH BANYAK menggunakan kata-kata, bukan foto
pasti tulisan yang gede adalah visi
CHANGE, WE CAN BELIEVE IN
CHANGE
CHANGE
CHANGE
kalo nggak, pol-polan juga OBAMA for PRESIDENT
kalo di indonesia...???
mana ada caleg mengedepankan visi mereka
biasanya yang dibesarkan adalah foto mereka
dan janji - janji
apa yang berbeda???
di amerika, cuma dengan tulisan OBAMA, McCAIN orang akan langsung tahu yang mana orangnya
karena mereka telah menunjukkan TRACK RECORD mereka
ato tarolah anggota congress
saya pernah salaman dengan Mrs. Judy BIGGERT, congresswoman dari distrik 13 IL
buat org new york pasti ga tau
tapi org dr hinsdale, naperville, dan kota2 di wilayah distrik 13 pasti mengenal baik beliau, karena disela-sela kegiatannya sebagai anggota kongres, beliau masih masih rutin minimal sebulan sekali mudik, untuk bertemu dengan masyarakat
jadi bisa dibayangkan kedekatannya dengan rakyat
bagaimana caleg-caleg kita?

Sabtu, 21 Maret 2009

antara ponari dan dokter

Ponari...bukan dokter tapi bisa ngobatin orang

ga punya apa2(wong keluarganya miskin) tapi punya batu yang nyembuhin orang

pasien rumah sakit pun pindah ke Jombang

Dokter...bukan Ponari tapi bisa ngobatin orang

ga punya batu tapi punya ilmu

kadang dengan menggunakan alasan bahwasanya ilmu susah dicari (dan mahal harganya), dokters memungut imbalan atas "jasa" yang telah diberikan (katanya,"guru, sang 'pahlawan tanpa tanda jasa' saja gajinya nae selangit...")

Efek Placebo bermain disini

kesembuhan bergantung kepada KEPERCAYAAN sang pasien

tak semua pasien ponari sembuh, bahkan ada yang meninggal

tak semua pasien dokter sembuh, bahkan ada yang meninggal

fenomena ponari membuat dokters kebakaran jenggot

(walau keberadaan dokter ga ngefek apa2 ke ponari)

dan keduanya sudah terjebak dalam satu keadaan

Komersialisasi kesehatan

...

antara dokter dan ponari

tampaknya lupa satu prinsip dasar

bahwa sehat sakit ada yang menciptakan

dan kesembuhan datang dari sang pencipta

…

Dan tiada kuasa yang lebih agung, selain kuasa Nya

…

Jika ingat akan satu prinsip dasar ini

Masihkan ponari sombong dengan kekuatannya?

Masihkan dokter sombong dengan kemampuannya?

Sabtu, 31 Januari 2009

sangkar emas seekor burung

andai seekor burung diberikan kepadanya sebuah sangkar emas
bahagiakah ia???

apa yang burung inginkan?
ia ingin TERBANG
ia ingin kepakkan sayapnya
sayangnya tidak bisa!!!
jeruji sangkar itu membatasi kepak sayapnya

burung butuh RUMAH bukan SANGKAR

Minggu, 18 Januari 2009

langkah besar pertama

hard to say
but i have to say
bye students
very sad to leave you
but absolutely i still love you
T_T

Senin, 01 Desember 2008

by : Dorothy Law Nolte

If children live with criticism (Jika anak dibesarkan dengan celaan)
They learn to condemn (mereka akan belajar untuk memaki)

If children live with hostility (Jika anak dibesarkan dengan permusuhan)
They learn to fight. (mereka akan belajar menentang)

If children live with ridicule, (Jika anak dibesarkan dengan cemoohan)
They learn to be shy. (mereka akan belajar untuk menjadi rendah diri)

If children live with shame, (Jika anak dibesarkan dengan malu)
They learn to feel guilty. (mereka akan belajar merasa bersalah)

If children live with encouragement, (Jika anak dibesarkan dengan dorongan)
They learn confidence. (mereka akan belajar percaya diri)

If children live with tolerance, (Jika anak dibesarkan dengan toleransi)
They learn to be patient. (mereka akan belajar bersabar)

If children live with praise, (Jika anak dibesarkan dengan pujian)
They learn to appreciate. (mereka akan belajar mengapresiasi)

If children live with acceptance, (Jika anak dibesarkan dengan penerimaan apa adanya)
They learn to love. (mereka akan belajar mencintai)

If children live with approval, (Jika anak dibesarkan dengan dukungan)
They learn to like themselves. (mereka akan belajar nyaman dengan diri sendiri)

If children live with honesty, (Jika anak dibesarkan dengan kejujuran)
They learn truthfulness. (mereka akan belajar kebenaran)

If children live with security, (Jika anak dibesarkan dengan rasa aman)
They learn to have faith in themselves and others. (mereka akan belajar mempercayai diri sendiri dan orang lain)

If children live with friendliness, (Jika anak dibesarkan dengan keramahan)
They learn the world is a nice place in which to live. (mereka akan belajar bahwa dunia adalah tempat yang nyaman untuk tinggal)